Rangkuman Materi TKA Bahasa Indonesia✍️


 Materi Pembelajaran TKA Bahasa Indonesia



A. Teks Laporan Hasil Observasi (LHO) 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), observasi adalah peninjauan secara cermat. Peninjauan dapat berupa pengamatan terhadap objek, fenomena, atau kegiatan dengan tujuan memahami atau memperoleh informasi. Suharsimi Arikunto (2013) menyatakan bahwa teknik observasi merupakan kegiatan pengamatan yang melibatkan pemusatan perhatian suatu objek dengan seluruh indra, seperti pengelihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Sedangkan menurut, Sugiyono (2022) observasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengamati objek yang di teliti secara langsung terhadap kegiatan serta keadaan pada suatu objek penelitian. 

Dapat di simpulkan bahwa teks laporan hasil observasi merupakan tulisan yang memaparkan hasil pengamatan, berisi informasi berupa fakta yang di peroleh melalui pengamatan, serta di sajikan secara objektif tanpa memuat opini penulisObservas


➭ Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi


 Bersifat Objektif dan Universal

Obejktif artinya teks LHO harus disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya, tanpa pengaruh pandangan atau pendapat pribadi penulis. Sementara Universal artinya teks LHO tidak memihak pada pihak tertentu, bersifat umum atau general, dapat di pahami oleh semua orang, dan tidak merugikan orang lain. 

Objek Observasi Tunggal 

Objek yang di amabati merupakan satu objek tunggal, meski hasil pelaporan dapat disusun secara umum atau bersifat Universal. 

◉ Bersifat Faktual

Bedasarkan fakta yang di peroleh selama proses pengamatan di lapangan. Data harus akurat dan tidak di manipulasi. 

◉ Berkesinambungan
Setiap bagian dalam laporan harus berkaitan dan mendukung keseluruhan isi teks secara runtut dan logis. 

◉ Ditulis secara lengkap, detail, dan menyeluruh

◉ Bukan Opini Pribadi



Fungsi laporan hasil observasi
a. sebagai dokumentasi hasil kegiatan
b. laporan kegiatan
c. mengetahui perkembangan suatu peristiwa
d. upaya menyelesaikan suatu persoalan yang terjadi
e. alat kontrol dan evaluasi suatu fenomena
f. dasar pengambilan keputusan yang efektif dan tepat
g. sumber ilmu pengetahuan dan bahan penelitian selanjutnya
h. dasar penyusunan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah. 

3.struktur teks hasil laporan observasi
a. pernyataan umum
b. deskripsi bagian
c. deskripsi manfaat
d. kesimpulan

Ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi
a. tata bahasa baku karena ilmiah dan informatit
b. gunakan kata benda atau peristiwa umum sebagai objek utama pemaparan. 
c. frasa nomina diikuti penjenis dan pendeskripsi 
d. verba relasional (menyatakan definisi suatu istilah teknis atau istilah yang di gunakan secara khusus pada bidang tertentu
e. verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku
f. kata penghubung

Langkah langkah
a. tentukan tema



B. Surat Pribadi & Resmi

Surat Pribadi dan Surat Resmi media komunikasi

pihak ke pihak yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, surat menjadi salah satu media yang tela untuk menyampaikan pesan atau perasaan. Surat juga berfungsi sebagai sarana pemberitat permohonan, atau penyampaian informasi, serta sebagai alat bukti tertulis, alat pernigingat, t historis, dan pedoman kerja, baik dalam konteks resmi maupun tidak resmi atau pribadi.

Seiring berkembangnya zaman, bentuk dan media surat pun mengalami perkembangan. Surat fidisk lagi hanya menggunakan media kertas. Media surat ada pula yang berupa surat elektronik (suref pesan singkat (SMS/MMS), dan aplikasi pesan (seperti WhatsApp, Messenger atau Facebook, Line, KakaoTalk, Signal, RocketChat, serta Telegram). Berdasarkan struktur dan sifatriya, surat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu surat pribadi dan surat resmi.




Surat Pribadi

Surat pribadi adalah surat yang dibuat oleh seseorang dan ditujukan kepada orang lain, lembaga, atau instansi dan digunakan untuk berkomunikasi secara pribadi. Isi surat pribadi biasanya menyangkut kepentingan pribadi. Bahasa yang digunakan bersifat tidak resmi, tetapi tetap memperhatikan sopan santun. Tujuan surat pribadi adalah untuk mengungkapkan perasaan, emosi,

ide, gagasan, atau pemikiran kepada orang lain. a. Ciri-ciri surat pribadi adalah sebagai berikut.

1) Menggunakan bahasa yang bersifat tidak resmi, tetapi tetap sopan.

2) Menggunakan kata ganti orang pertama atau orang ketiga.

3) Tidak mencantumkan kop surat dan nomor surat.

4) Format penulisan bebas, tidak mengikuti struktur baku sebagaimana surat resmi.

5) Tidak ada ketentuan khusus mengenai jenis dan ukuran kertas maupun sampul surat.

6) Menggunakan salam pembuka dan penutup yang santai, sesuai hubungan. antara penulis dan penerima surat.

7) Isi surat umumnya membahas masalah pribadi.

Unsur-unsur surat pribadi adalah sebagai berikut.

1) Tempat dan tanggal penulisan surat (dapat dituliskan di bagian atas atau di bawah surat sebelum salam penutup, serta tanda tangan dan nama pembuat surat).



) Alamat tujuan atau penerima surat.

3) Salam pembuka.

4) Paragraf pembuka.

5) toi surat.

6) Paragraf penutup.

7) Salam penutup.

8) Nama dan tanda tangan penulis surat

2. Surat Resmi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan resmi atau formal, baik oleh perseorangan, lembaga, instansi, maupun organisasi. Surat resmi bertujuan untuk menyampaikan informasi penting, perizinan, penugasan, pemberitahuan atau pengumuman secara resmi kepada pihak-pihak terkait. Selain itu, surat resmi juga dapat digunakan sebagai bukti tertulis yang memiliki kekuatan hukum apabila diperlukan di kemudian hari.

a. Ciri-ciri surat resmi adalah sebagai berikut.

1) Digunakan untuk kepentingan resmi.

2) Dikeluarkan oleh pihak resmi.

3) Ditulis dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

4) Menggunakan bahasa yang bersifat formal atau resmi.

5) Menggunakan pernyataan-pernyataan yang singkat, efektif, padat, dan eksplisit.

6) Memiliki struktur yang baku dan sistematis.

7) Memuat kepala surat atau kop surat, nomor surat, hal, dan lampiran jika atas nama lembaga atau instansi.


8) Dibubuhi stempel atau cap resmi sesuai lembaga/instansi/organisasi pembuat surat yang menimpa tanda tangan dan nama pembuat surat.

b. Struktur surat resmi disusun dan terdiri atas beberapa bagian, antara lain sebagai berikut.

1) Kepala atau kop surat.

2) Tanggal penulisan surat.

3) Alamat tujuan.


4) Salam pembuka.

5) Paragraf pembuka.

6) Isi surat.

7) Penutup surat.

8) Nama dan tanda tangan pembuat surat.

9) Stempel atau cap lembaga.

10) Tembusan (jika diperlukan).

Berikut merupakan contoh surat resmi.







C. Artikel Ilmiah Populer 


Artikel ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat umum, bukan hanya oleh kalangan akademisi atau ahli di bidangnya. Sesuai dengan namanya, penulisan artikel ilmiah populer ini berpedoman pada standar ilmiah karena menyampaikan hasil penelitian atau studi ilmiah, tetapi disajikan dengan gaya bahasa yang lebih sederhana, ringkas, dan menarik sehingga leb lebih mudah dimengerti dan diterima oleh publik. Artikel ilmiah populer umumnya diterbitkan di media massa

1. Tujuan Artikel Ilmiah Populer

Artikel ilmiah populer ditulis dengan tujuan sebagai berikut.

a. Sebagai media komunikasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat dengan menggunakan cara yang lebih mudah dimengerti.

b. Mempermudah penyebaran ilmu pengetahuan agar dapat dipahami oleh masyarakat awam.

c. Meningkatkan minat baca dan pengetahuan masyarakat awam karena menggunakan bahasa populer.

2. Ciri-Ciri Artikel Ilmiah Populer

Menurut Nurhadi dalam bukunya yang berjudul Teknik Membaca, ciri-ciri artikel ilmiah populer adalah sebagai berikut.

a. Artikel berupa informasi yang bersifat ilmiah, tetapi disajikan dengan bahasa yang populer.

b. Tulisan ditujukan untuk pembaca awam atau masyarakat umum.

c. Umumnya berisi temuan-temuan ilmiah atau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru


d. Diterbitkan dalam rubrik khusus pada majalah, surat kabar, atau lainnya.

e. Merupakan atau portal berita lying bersifat informatif.

1. Menggunakan kaidah penulisan karya ilmiah yang telah disesuaikan dengan gaya penulisan media penerbitnya.

9. Tidak mencantumkan rujukan atau daftar pustaka secara eksplisit.

Menggunakan bahasa yang populer dan h. mudah dipahami.

i. Artikel tidak selalu berasal dari akademik formal, tetapi juga bidatiendasarkan laporan survei dan lain sebagainya

3. Struktur Artikel Ilmiah Populer

Artikel ilmiah populer umumnya menyajikan fakta dan opini. Fakta disampaikan sebagai dasar yang kuat untuk mendukung opini disampaikan dalam artikel tersebut. Struktur artikel ilmiah populer secara garis besar dimulai 1 dari judul, pendahuluan, isi atau pembahasan, dan terakhir penutup. Berikut penjelasannya.

a. Judul artikel ilmiah populer dirancang sederhana, menarik, dan mencerminkan substansi naskah.

b. Pendahuluan merupakan bagian awal yang berfungsi untuk memperkenalkan atau membuka pembahasan dalam artikel ilmiah populer.

c. Bagian isi berisi gagasan atau pandangan penulis, disertai dengan bukti relevan mengenai topik yang dibahas. Penulis cenderung menambahkan argumen dari para ahli dan data yang mendukung tulisannya untuk memperkuat gagasannya.

d. Bagian penutup dalam struktur artikel ilmiah populer berfungsi sebagai kesimpulan dari topik yang telah dibahas. Kesimpulan ini mencerminkan pandangan penulis terhadap isu yang dibahas.

4. Langkah-Langkah Menulis Artikel Ilmiah Populer

Berikut adalah langkah-langkah dalam menulis artikel ilmiah populer.

a. Menentukan topik yang menarik dan sesuai dengan kepentingan umum.

b. Menentukan tujuan penulisan, seperti memberikan informasi, menyampaikan pendapat, atau menjelaskan suatu fenomena.

c. Mengumpulkan informasi dan data yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

d. Menyusun kerangka tulisan berdasarkan struktur yang jelas.

e. Mengembangkan tulisan dengan bahasa yang mudah dipahami berdasarkan kerangka dan data yang telah dikumpulkan.

f. Melakukan penyuntingan dan revisi untuk memastikan kelancaran isi dan kesesuaian gaya bahasa.

g. Melakukan finalisasi dan publikasi melalui media cetak atau daring.


D Teks Tanggapan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggapan diartikan sebagai suatu sambutan terhadap ucapan yang dapat berwujud kritik, komentar, dan lain sebagainya. Dengan demikian, teks tanggapan dapat diartikan sebagai teks yang berisi komentar, evaluasi, kritik, pujian, dukungan, atau penolakan terhadap suatu objek atau hal

Fungsi teks tanggapan, antara lain untuk memberikan umpan balik atau ulasan terhadap suatu isu, fenomena, atau karya, baik dari sisi kelebihan maupun kekurangannya. Dengan demikian, teks tanggapan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, dasar untuk menyampaikan pendapat, ataupun sebagai pendorong suatu diskusi.

Teks tanggapan memiliki tiga bagian struktur, yang terdiri atas evaluasi atau konteks, berisi pernyataan umum tentang isu atau permasalahan dari penulis, bagian deskripsi, yang berisi pembahasan mengenai hal atau objek yang ditanggapi penulis, dan bagian penegasan kembali, berisi simpulan yang ditentukan oleh penulis terkait isu yang dibahas

1. Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks tanggapan adalah sebagai berikut.

a. Kalimat kompleks

b. Konjungsi

c. Diksi atau pemilihan kata

d. Rujukan atau referensi

2. Langkah-Langkah Penyusunan Teks Tanggapan

Teks tanggapan terbagi menjadi dua jenis, yaitu tanggapan pujian dan tanggapan kritik. Berikut langkah-langkah menyusun teks tanggapan.

a. Tentukan tema yang akan dibahas.

b. Kembangkan tema yang telah dipilih menjadi gagasan pokok.

c. Susunlah gagasan pokok tersebut ke dalam kalimat yang runtut dan logis.

d. Telitilah kembali teks tanggapan yang sudah dibuat agar sesuai dengan kaidah EYD dan KBBI.


E Prosa

Prosa adalah karya sastra berbentuk cerita. Unsur-unsur yang terdapat pada prosa adalah sebagai berikut.

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam cerita itu sendiri. Berikut unsur intrinsik pada prosa.

a. Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang ingin disampaikan dalam cerita.

b. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat dan disusun secara kronologis. Peran alur sangat penting karena

alur menjadi struktur rangkaian peristiwa yang menggerakkan jalannya cerita. Alur umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Bagian awal berisi pengenalan tokoh dan latar cerita (orientasi). Bagian tengah menampilkan konflik yang mulai muncul, meningkat, hingga mencapai klimaks. Bagian akhir me memuat penyelesaian masalah atau akhir dari konflik yang dihadapi tokoh (resolusi). Terdapat tiga jenis alur dalam cerita, yaitu sebagai berikut.

Alur maju adalah alur yang dimulai dengan kejadian masa kini, kemudian konflik berkembang dan memuncak, lalu diakhiri dengan penyelesaian.

Alur mundur adalah alur yang diawali dengan penceritaan kejadian masa lampau dan dilanjutkan dengan konflik yang terjadi pada masa kini.

Alur campuran (maju-mundur) adalah alur yang memadukan kisah masa kini dan masa lalu secara bergantian.

c. Penokohan adalah penggambaran watak dan perilaku tokoh dalam cerita.

d. Latar adalah keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa dalam cerita.

e. Sudut pandang adalah cara pengisahan cerita, yaitu posisi atau sudut pandang penulis dalam menyampaikan cerita, misalnya sudut pandang orang pertama atau orang ketiga.

f. Amanat adalah pesan moral atau pelajaran hidup yang ingin disampaikan penulis melalui cerita.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik merupakan unsur-unsur yang berada di luar cerita, tetapi memengaruhi makna cerita. Berikut unsur ekstrinsik pada prosa.

a. Latar belakang penulis adalah pengalaman hidup dan pandangan hidup penulis yang dapat memengaruhi isi cerita.

b. Kondisi sosial adalah keadaan sosial masyarakat pada saat cerita ditulis yang dapat memengaruhi tema, tokoh, dan konflik dalam cerita.

c. Nilai budaya adalah nilai-nilai budaya yang tercermin atau terkandung dalam cerita, seperti norma, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat.

Prosa yang termasuk dalam karya sastra dibedakan menjadi dua jenis, yaitu prosa fiksi dan prosa nonfiksi.

Salah satu bentuk prosa fiksi adalah teks cerita fantasi. Teks cerita fantasi merupakan cerita yang bersifat khayalan atau imajinatif. Dalam cerita fantasi, penulis menciptakan tokoh-tokoh khayalan hasil imajinasinya. Cerita fantasi dapat berupa cerita yang membayangkan kejadian di masa depan. Cerita jenis ini disebut cerita futuristik. Untuk menarik minat pembaca, tokoh dalam cerita fantasi biasanya memiliki keahlian atau kekuatan tertentu. Tokoh seperti dewa-dewi, raksasa, makhluk ajaib, atau manusia dengan kesaktian merupakan contoh tokoh dalam cerita fantasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.

Prosa nonfiksi adalah tulisan yang berisi cerita atau narasi tentang kejadian nyata atau fakta yang benar-benar terjadi, bukan hasil dari imajinasi. Prosa nonfiksi sering kali berfungsi sebagai bentuk penceritaan berdasarkan peristiwa nyata, dengan tujuan memberikan informasi atau menyampaikan pesan kepada pembaca. Contoh prosa nonfiksi adalah biografi, teks cerita inspiratif, esai, dan lain sebagainya.


A

Teks deskripsi adalah teks yang bertujuan melukiskan suatu objek, tempat, orang, atau peristiwa secara terperinci, agar pembaca dapat membayangkan dan merasakan apa yang digambarkan. Teks deskripsi bertujuan menggambarkan objek secara jelas dan mendetail sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat serta merasakannya langsung.

1. Ciri-Ciri Teks Deskripsi

a. Menggambarkan suatu benda, tempat, atau suasana.

b. Menggunakan kalimat yang melibatkan pancaindra

Subjek

c. Menjelaskan ciri-ciri objek, seperti bentuk, warna, ukuran, dan keadaan objek secara detail.

d. Membuat pembaca seolah-olah dapat merasakan langsung apa yang sedang dibahas dalam teks deskripsi.

2. Struktur Teks Deskripsi

a. Identifikasi (pernyataan umum): Bagian pembuka yang memperkenalkan objek atau topik yang akan dideskripsikan.

b. Deskripsi bagian: Bagian yang memuat rincian atau karakteristik objek secara lengkap dan mendalam.

c. Kesimpulan atau penutup: Bagian yang menyampaikan kesan atau simpulan penulis terhadap objek yang dideskripsikan.

3. Jenis-Jenis Teks Deskripsi

a. Deskripsi subjektif: Menggambarkan objek berdasarkan perasaan, pendapat, atau pandangan pribadi penulis.

b. Deskripsi objektif: Menggambarkan objek berdasarkan fakta tanpa mencampurkan pendapat atau opini pribadi.

c. Deskripsi spasial: Menggambarkan tempat atau lokasi berdasarkan hasil pengamatan secara langsung.


B Teks Berita

Teks berita adalah teks yang berisi informasi atau kabar terbaru tentang peristiwa atau kejadia yang terjadi di suatu tempat. Berita biasanya disampaikan melalui media massa, seperti surat kaba

televisi, radio, dan media online.

1. Ciri-Ciri Teks Berita

a. Faktual: Berdasarkan fakta yang benar dan dapat diverifikasi.

b. Aktual: Memuat informasi terbaru atau sedang terjadi.

c. Objektif: Disampaikan apa adanya, tanpa opini pribadi penulis. 

d. Menarik: Disusun dengan bahasa yang menarik perhatian pembaca.

2. Struktur Teks Berita

a. Judul (headline): Bagian awal yang mencerminkan isi berita secara keseluruhan dengan singkat, jelas, menarik, dan informat untuk menarik perhatian pembaca

b. Teras berita (head): Paragraf pembuka yang memuat informasi paling penting, biasanya menjawab pertanyaan 5W + 1H (What, Who, Where, When, Why, How).

c. Isi berita (body): Bagian ini memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa yang diberitakan, termasuk latar belakang, kronologi, dan dampak peristiwa.

d. Ekor berita (leg): Berisi informasi tambahan yang tidak terlalu penting, seperti data pendukung atau kutipan narasumber, dan dapat dihilangkan tanpa mengurangi inti berita.

3. Unsur-Unsur Teks Berita (5W + 1H)

a. What (apa): Peristiwa yang terjadi.

b. Who (siapa): Pihak yang terlibat dalam peristiwa.

C. Where (di mana): Lokasi kejadian.

d. When (kapan): Waktu terjadinya peristiwa.

e. Why (mengapa): Alasan atau latar belakang peristiwa.

f. How (bagaimana): Cara atau proses terjadinya peristiwa.


CTeks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang memaparkan tujuan, proses, dan hasil dari suatu percobaan ilmiah yang telah dilakukan. Teks ini digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca tentang apa yang telah dilakukan dan ditemukan selama percobaan, kegiatan praktikum, ataupun dalam karya ilmiah sederhana.

1. Tujuan Teks Laporan Percobaan

a. Menyampaikan hasil percobaan secara jelas dan sistematis.

b. Mendokumentasikan prosedur dan hasil untuk keperluan analisis.

b

c. Menyajikan data sebagai bukti ilmiah.

d. Membantu pembaca memahami cara kerja suatu fenomena atau proses.

2. Ciri-Ciri Teks Laporan Percobaan

a. Faktual dan objektif.

b. Menggunakan bahasa yang jelas dan formal.

c. Memuat data dan hasil yang dapat diukur.

d. Disusun dengan format yang teratur (judul, alat dan bahan, prosedur, hasil, serta kesimpulan).

3. Struktur Teks Laporan Percobaan

a. Tujuan percobaan: Menjelaskan maksud atau tujuan yang ingin dicapai melalui percobaan yang dilakukan. Bagian ini berisi pernyataan tentang apa yang ingin dibuktikan atau ditemukan.

b. Alat dan bahan: Berisi daftar alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan percobaan, termasuk semua peralatan laboratorium dan bahan kimia yang digunakan

c. Prosedur atau metode: Penulis atau peneliti memaparkan langkah-langkah atau tahapan yang dilakukan selama percobaan. Bagian ini juga dapat mencakup informasi tentang tempat dan waktu percobaan, serta objek yang digunakan dalam penelitian.

d. Hasil percobaan: Bagian ini menguraikan temuan-temuan penting yang diperoleh dari percobaan, sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Umumnya, hasil percobaan disajikan dalam bentuk data, tabel, grafik, atau deskripsi.



D Iklan, Slogan, dan Poster

Pembahasan:

Bagian teks tersebut termasuk struktur teks laporan percobaan bagian langkah-langkah percobaan.

Jawaban: B

Iklan, slogan, dan poster menggunakan teks persuasif untuk menyampaikan pesan kepada audiens, dengan tujuan membujuk mereka untuk melakukan sesuatu. Selain itu, ketiganya juga termasuk dalam bentuk periklanan, baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial.

1. Iklan

Iklan merupakan salah satu media informasi yang digunakan untuk memberi tahu, menawarkan, dan mempromosikan suatu produk, barang, atau jasa kepada masyarakat. Iklan bersifat membujuk atau mendorong masyarakat agar tertarik untuk membeli barang dan/atau menggunakan jasa yang ditawarkan.

a. Ciri-ciri dan tujuan iklan adalah sebagai berikut.

1) Berisi pengenalan barang, produk, atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat.

2) Menggunakan bahasa persuasif, yaitu bahasa yang bersifat membujuk dan mendorong seseorang untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan,

3) Bersifat komersial.

4) Sasaran iklan dapat mencakup semua usia atau kelompok usia tertentu, sesuai dengan produk dan/atau jasa yang ditawarkan

5) Menggunakan media cetak, audio, atau audiovisual.

6) Unsur-unsur iklan meliputi gambar, gerak, suara, dan kata-kata.

7) Tujuan iklan adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa, memasarkan produk, dan memperkuat citra brand suatu produk atau jasa

b. Langkah-langkah menyusun iklan dapat melalui tahap-tahap sebagai berikut.

1) Membuat pernyataan yang menarik perhatian khalayak dengan berfokus pada masalah yang dihadapi.

2) Membuat pernyataan yang menawarkan solusi.

3) Membuat pernyataan yang menunjukkan bukti.

4) Membuat kalimat yang mencantumkan harga atau informasi penawaran.

Berikut merupakan contoh iklan


c. Jenis iklan berdasarkan isinya dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1) Iklan penawaran atau niaga

2) Iklan pemberitahuan atau pengumuman

3) Iklan permintaan (kerja sama dan lain-lain)

4) Iklan layanan masyarakat


d. Jenis iklan berdasarkan media yang digunakan dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1) Iklan elektronik: Penyebarluasannya menggunakan media elektronik, seperti radio, televisi, dan internet.

2) Iklan cetak: Penyebarluasannya melalui media cetak, seperti koran, brosur. majalah, dan tabloid

e. Berdasarkan fungsi dan tujuannya, iklan dapat dikelompokkan sebagai berikut

1) Iklan komersial: Bertujuan untuk meningkatkan keuntungan serta mendorong target penjualan barang atau jasa.

2) Iklan nonkomersial, Bertujuan untuk memberikan edukasi, partisipasi, informasi, atau ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam aktivitas sosial atau kemanusiaan.

2. Slogan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat yang memberikan kesan mendalam untuk memberitahukan sesuatu, menjadi dasar tuntunan atau pegangan hidup, prinsip utama, atau untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya. Slogan pada umumnya bersifat provokatif sehingga

memengaruhi pembaca atau pendengarnya. a. Ciri-ciri dan tujuan slogan adalah sebagai

berikut.

1) Berisi pengaruh, imbauan, motivasi, atau ajakan yang bersifat memengaruhi, mengimbau, memotivasi, atau menyadarkan masyarakat tentang sesuatu yang perlu segera dilakukan atau ditindaklanjuti,

2) Slogan dapat berbentuk kalimat, klausa, atau frasa, sedangkan gambar hanya sebagai pendukung.

3) Menggunakan pilihan kata yang singkat, jelas, padat, menarik, komunikatif, dan bersifat persuasif.

4) Slogan dapat berupa semboyan suatu organisasi ataupun kelompok masyarakat.

5) Sasaran slogan menjangkau semua kalangan masyarakat, tanpa batas usia atau latar belakang

6) Slogan bersifat sosial dan menginspirasi seseorang atau sekelompok orang.

bahkan masyarakat luas, untuk melakukan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain

b. Langkah-langkah menyusun slogan adalah sebagai berikut

1) Menentukan objek atau tema yang akan dijadikan bahan penulisan slogan.

2) Mengidentifikasi keunikan atau keistimewaan dari objek yang akan dijadikan slogan.

3) Memilih aspek paling menarik dan relevan yang layak diangkat dalam bentuk slogan.

4) Menyusun ungkapan atau kata-kata khusus yang mampu menarik perhatian dan sesuai dengan objek yang akan dijadikan slogan.

5) Menggunakan media cetak atau visual untuk mendukung penyampaian pesan secara lebih efektif.

Berikut merupakan contoh slogan.


3. Poster

Poster adalah media publikasi visual berupa plakat atau lembaran pengumuman yang berisi gambar atau gabungan antara gambar dan jelas, dan menarik, yang kata-kata usingk menyampaikan pemberitahuan, ide, gagasan, imbauan, larangan, informasi, atau

pengumuman kepada khalayak ramai.

 a. Ciri-ciri dan tujuan poster adalah sebagai berikut.

1) Langsung menarik perhatian ketika dilihat, terutama melalui penggunaan wama yang kontras.

2) Mengutamakan unsur visual, seperti gambar, sketsa, lukisan, simbol, dan perpaduan warna.

3) Jika menggunakan teks, kalimat harus bersifat ajakan atau persuasif, singkat, dan padat.

4) Mampu meninggalkan kesan mendalam meskipun hanya dibaca secara sepintas.

5) Dipasang di lokasi yang strategis di tempat umum.

6) Didesain di atas media kertas, kain, atau videotron.

7) Poster bertujuan memberikan informasi, mengajak, dan mengimbau banyak orang untuk melakukan sesuatu seperti yang tergambar atau tertulis pada poster tersebut.

b. Langkah-langkah membuat poster, antara lain sebagai berikut.

1) Menentukan topik dan tujuan yang ingin disampaikan melalui poster.

2) Merumuskan pesan atau amanat yang ingin disampaikan.

3) Menentukan gambar yang sesuai tema dan pesan atau amanat melalui penggunaan warna-warna yang menarik dan serasi.

4) Jika memerlukan kata-kata pendukung, rumuskan kalimat poster dengan kalimat yang singkat, menarik, padat, dan jelas agar mudah dipahami orang.

5) Menggunakan kalimat yang bersifat membujuk agar dapat memengaruhi banyak orang.

6) Memilih dan menggunakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan, seperti kertas, papan yang luas, kain rentang, seng, atau media lainnya.

Berikut merupakan contoh poster.


ETeks Eksposisi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teks eksposisi adalah teks yang berisi uraian atau informasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan, dan disajikan dengan fakta untuk memperkuat informasi tersebut. Dengan kata lain, teks eksposisi adalah teks yang menguraikan pandangan, gagasan, atau opini yang dilengkapi dengan argumen dan fakta pendukung untuk menguatkannya sehingga penjelasan logis dari penulis dapat membuka wawasan pembaca.

Tujuan teks eksposisi adalah memberikan informasi atau pengetahuan berdasarkan fakta sesuai dengan sudut pandang tertentu sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami makna serta isi pengetahuan yang terkandung di dalam teks tersebut. Oleh karena itu, unsur-unsur yang harus ada dalam teks eksposisi adalah gagasan dan fakta

1. Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.

a. Memberikan informasi atau pengetahuan.

b. Menggunakan bahasa yang baku.

c. Berisi fakta.

d. Format penulisan yang singkat, jelas, dan padat.

e. Bersifat objektif dan tidak memihak


2. Struktur Teks Eksposisi

Teks eksposisi dibangun dengan struktur berikut.

a. Tesis: berisi pengenalan isu, masalah, gagasan utama, hingga pandangan penulis secara umum terkait topik atau masalah yang dibahas.

b. Rangkaian argumen: berisi pendapat dalam bentuk alasan yang logis, informasi sesuai hasil temuan, fakta yang terjadi, hingga pernyataan para ahli.

c. Penegasan ulang: berisi penegasan terhadap pendapat awal sekaligus menyajikan simpulan dan saran terhadap keseluruhan masalah yang dibahas.


3. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Kaidah kebahasaan yang digunakan pada teks eksposisi adalah sebagai berikut.

a. Penggunaan kata-kata teknis (hutan lindung. sedimentasi, budaya tradisional, wanawisata, pemanasan global, dan lain-lain).

b. Penggunaan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi (jika, karena, sebab, akibatnya, dengan demikian, oleh karena itu, dan lain-lain).

c. Penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan kronologis/temporal (akhirnya, namun, sebelum itu, kemudian, sebaliknya, berbeda halnya, dan lain-lain).

d. Penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan perbandingan/pertentangan (sementara itu, sedangkan, berbeda halnya, namun, dan sebagainya).

e. Penggunaan kata kerja mental atau melibatkan aktivitas jiwa dan/atau perasaan atau pemikiran (menyimpulkan, memperkirakan, mengharapkan. memprihatinkan, mengagumkan, menyedihkan, menduga, mengasumsikan, dan menjelaskan).

f. Penggunaan kata-kata rujukan (berdasarkan data..., merujuk pada pendapat..., menurut pendapat..., dan sebagainya).

g. Penggunaan kata-kata persuasif (semestinya, sebaiknya, diharapkan, perlu, hendaklah, baik bila..., dan lain-lain).

h. Penggunaan kata-kata denotatif (kata yang memiliki makna sebenarnya atau kata yang belum mengalami perubahan makna).

4. Pola Pengembangan Teks Eksposisi

Dalam teks eksposisi, hubungan antarbagian dalam teks berpola sebab akibat. Pola-pola pengembangan teks eksposisi adalah sebagai berikut. 

a. Pola umum-khusus

Pola khusus-umum

C. Pola ilustrasi

d. Pola perbandingan

5. Langkah Penyusunan Teks Eksposisi

Langkah-langkah menyusun teks eksposisi memerlukan tahapan sistematis sebagai berikut

a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.

b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih.

c. Mendaftar topik-topik yang berkaitan dengan isu

d. Menyusun kerangka karangan struktur teks eksposisi.

e. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksposisi.

f. Melakukan penyuntingan untuk memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, struktur kalimat, dan ketepatan isi.


F. Puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan bermakna. Dalam pengertian lama, puisi merupakan bentuk karangan yang terikat. Dalam pengertian modern, puisi adalah ungkapan jiwa penulis yang ditulis secara bebas, tetapi tetap memiliki ciri khas. Jenis-jenis

1. Puisi Lama atau Puisi Rakyat

memulai suatu permainan, mengajak, melarang Puisi rakyat adalah sastra lisan berupa puisi terikat yang berkembang pada masa masyarakat tradisional. Tujuan puisi rakyat adalah untuk menghibur pembaca serta memberikan nasihat dalam rangka mendidik anak. Selain itu, puisi rakyat juga berfungsi untuk memberikan isyarat untuk melakukan sesuatu, menggambarkan perenungan, serta memprotes ketidakadilan yang terjadi di masyarakat. Hal-hal yang disampaikan dalam puisi rakyat biasanya berupa nasihat, sindiran, atau humor, Puisi rakyat memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

•Terdapat persajakan atau rima. Rima adalah pengulangan bunyi yang terdapat dalam larik puisi secara teratur.

•Terdiri atas beberapa jumlah kata dalam satu baris.

•Terdiri atas beberapa jumlah baris dalam satu bait. Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris.

•Terdiri atas beberapa jumlah suku kata dalam setiap baris.

Terdapat berbagai jenis puisi rakyat dengan masing-masing memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

•Satu bait terdiri atas empat baris.

•Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.

•Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

•Rima akhir berpola a-b-a-b, artinya bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan bunyi akhir baris kedua sama dengan bunyi akhir baris keempat.

b. Gurindam memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

•Setiap bait terdiri atas dua baris atau larik.

•Setiap larik terdiri atas 8-14 suku kata.

•Larik pertama merupakan syarat, sedangkan larik kedua merupakan jawaban.

•Larik pertama dan kedua membentuk kalimat majemuk, umumnya berupa hubungan sebab-akibat.

•Rima akhir berpola a-a.

c. Mantra memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Terdiri atas beberapa rangkaian kata yang memiliki irama.

Isinya berhubungan dengan kekuatan gaib dan dibuat serta diucapkan untuk tujuan tertentu.

Mengandung unsur rayuan dan perintah.

Merupakan satu kesatuan utuh dan tidak dapat dipahami secara terpisah-pisah.

Mengutamakan keindahan permainan bunyi.

2. Puisi Baru

Puisi baru adalah karya sastra yang tidak terikat oleh aturan tertentu. Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang puitis, terdiri atas larik dan bait. Dalam KBBI daring, disebutkan bahwa puisi ditulis dengan menggunakan bahasa yang dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup serta membangkitkan tanggapan khusus melalui penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Unsur-unsur yang terdapat dalam puisi baru adalah sebagai berikut.

a. Larik adalah baris dalam puisi atau sajak.

b. Bait adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris.


c. Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam puisi maupun pada bagian akhir baris.

d. Imaji adalah unsur yang melibatkan pancaindra manusia dan dapat menggiring pembaca untuk membayangkan suatu kejadian dalam puisi.

e. Diksi adalah pemilihan kata-kata yang digunakan oleh penyair dalam puisi. Diksi dipilih secara cermat agar padat makna dan mengandung nilai estetika (keindahan).

f. Majas atau gaya bahasa merupakan unsur penting dalam membangun puisi. Kekuatan dan kedalaman makna puisi sangat bergantung pada majas yang digunakan. Berikut adalah beberapa majas yang biasanya digunakan dalam puisi.


1) Majas perbandingan atau biasa disebut perumpamaan atau simile. Menurut Keraf (2007:138), simile diartikan sebagai perbandingan yang bersifat eksplisit. Perbandingan bersifat eksplisit yang dimaksud adalah perbandingan yang secara langsung menyatakan bahwa sesuatu sama dengan hal lainnya, dengan menggunakan kata-kata pembanding, seperti sama, sebagai, bagaikan, seperti, bak, laksana, dan umpama.

2) Majas metafora adalah majas yang menggunakan analogi atau perumpamaan untuk melukiskan atau menggambarkan sesuatu secara langsung. Majas ini tidak menggunakan kata-kata perbandingan, seperti bagai, bagaikan, sebagai, bak, seperti, semisal, seumpama, laksana, sepantun, penaka, se-, dan kata jenis lainnya.

3) Majas personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati. Dalam majas ini, benda-benda mati digambarkan seolah-olah dapat melakukan berbagai aktivitas layaknya yang dilakukan oleh manusia.

4) Sinekdoke adalah majas yang menyebutkan suatu bagian penting dari suatu benda untuk mewakili benda atau hal itu secara keseluruhan, atau sebaliknya. Sinekdoke terbagi menjadi dua macam, yaitu pars pro toto dan totem pro parte.

Pars pro toto adalah majas sinekdoke yang menyebutkan sebagian untuk mewakili keseluruhan.

5) Perumpamaan epos atau perbandingan epos (epic simile) adalah perbandingan yang diperpanjang atau dilanjutkan. Majas ini dibentuk dengan cara menguraikan sifat-sifat pembanding secara lebih rinci melalui kalimat-kalimat atau frasa-frasa yang berturut-turut.

6) Repetisi menurut Keraf (2007:127) adalah majas berupa perulangan bunyi, suku kata, kata, atau bagian kalimat, yang dianggap penting untuk memberikan penekanan pada unsur yang dianggap penting.

Selain itu, puisi juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu puisi diafan dan puisi prismatis.

Puisi diafan adalah puisi yang isinya mudah dipahami. Puisi diafan sering disebut sebagai puisi polos. Kalimat-kalimatnya jelas dan umumnya merupakan kalimat yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Puisi prismatis adalah puisi yang maknanya cukup sulit dipahami. Kalimat-kalimatnya mengandung majas dan perlu ditafsirkan agar pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dapat dipahami.



A Menilai Buku

Resensi adalah suatu bentuk tulisan yang berisi ulasan, penilaian, atau evaluasi terhadap sebuah karya. Tujuan resensi adalah untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai isi, keunggulan, dan kelemahan karya tersebut sehingga pembaca dapat memutuskan apakah karya itu sesuai dengan minat mereka. Karya yang diresensi atau dinilai dapat berupa buku fiksi maupun nonfiksi.


Meresensi karya fiksi merupakan kegiatan yang bertujuan memberikan ulasan atau penilaian terhadap karya sastra, seperti novel, cerpen, atau drama. Resensi dapat membantu pembaca lain dalam memperoleh gambaran mengenai isi dan kualitas karya tersebut. Dalam meresensi karya fiksi, terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah elemen-elemen yang membangun karya fiksi dari dalam. Berikut adalah unsur-unsur yang umum ditemukan dalam karya fiksi.

a. Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang mendasari cerita.

b. Tokoh atau penokohan adalah karakter yang terdapat dalam cerita serta cara penggambaran sifat, watak, dan peran mereka.

c. Alur (plot) adalah rangkaian peristiwa dalam cerita, dari awal, tengah, hingga akhir, yang dapat berbentuk alur maju, mundur, atau campuran.

d. Latar (setting) adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.

e. Sudut pandang (point of view) adalah cara pengarang menyampaikan cerita, misalnya sudut pandang orang pertama, orang kedua, atau orang ketiga.

f. Gaya bahasa adalah cara pengarang menggunakan bahasa dalam menyampaikan cerita, termasuk penggunaan majas dan diksi.

g. Amanat adalah pesan moral atau nilai-nilai yang ingin disampaikan pengarang melalui cerita.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah elemen-elemen yang memengaruhi karya fiksi dari luar. Berikut adalah unsur-unsur ekstrinsik yang sering dianalisis.

a. Latar belakang pengarang adalah informasi mengenai kehidupan, pengalaman, dan pandangan pengarang yang dapat memengaruhi karyanya.

b. Kondisi sosial budaya adalah keadaan masyarakat dan budaya pada saat karya tersebut ditulis yang dapat memengaruhi tema dan karakter dalam cerita.

c. Nilai-nilai sosial adalah norma atau nilai yang berlaku dalam masyarakat dan tercermin dalam karya fiksi.

d. Situasi politik dan ekonomi adalah keadaan politik dan ekonomi yang dapat memengaruhi tema serta konflik dalam cerita.

Resensi memiliki struktur sebagai berikut.

Identitas karya adalah bagian yang memuat informasi mengenai judul, pengarang, penerbit, jumlah halaman, dan ukuran buku.

Orientasi adalah gambaran umum mengenai buku yang akan diresensi.

Sinopsis adalah ringkasan isi cerita dalam buku tersebut.

Penilaian adalah uraian mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita, serta kelebihan dan kekurangan karya.

Rekomendasi adalah simpulan atau komentar mengenai kelayakan buku untuk dibaca.


BDrama

Drama adalah ragam sastra yang disajikan dalam bentuk dialog dan bertujuan untuk dipentaskan


1. Unsur-Unsur Drama

a. Tema adalah persoalan pokok atau ide utama dalam drama.

b. Penokohan adalah penggambaran watak atau karakter tokoh.

Protagonis adalah tokoh yang menampilkan kebaikan.

Antagonis adalah tokoh yang menentang kebaikan.

Tritagonis adalah tokoh penengah antara protagonis dan antagonis.

c. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalan cerita.

d. Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang.

e. Perlengkapan drama adalah unsur-unsur pendukung pementasan, seperti properti, kostum, tata rias, dan tata panggung.


2. Struktur Drama

a. Prolog adalah bagian pembuka drama yang berisi pengantar cerita.

b. Dialog adalah percakapan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam drama






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Bab 1 Bahasa Indonesia📚📝