Ulangan 1 TKA๐๐✏️
Soal dengan Jawaban Ulangan 1 TKA
Soal:
1. Sebut dan jelaskan macam-macam unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam karya sastra!
➣ Intrinsik: unsur dari dalam karya
→ tema, tokoh & penokohan, alur, latar, amanat, sudut pandang, gaya bahasa.
➣ Ekstrinsik: unsur dari luar karya
→ latar belakang pengarang, nilai-nilai kehidupan, kondisi masyarakat, lingkungan zaman.
2. Sebut dan jelaskan istilah-istilah yang terdapat pada:
A. cerpen
B. Drama
C. Puisi
➣A. Cerpen
1. Tema → gagasan utama cerita.
2. Tokoh & penokohan → pelaku dan wataknya.
3. Alur → jalan cerita.
4. Latar → tempat, waktu, suasana.
5. Konflik → pertentangan dalam cerita.
6. Klimaks → puncak masalah cerita.
7. Amanat → pesan moral dari cerita.
➣B. Drama
1. Naskah → teks cerita drama.
2. Dialog → percakapan antar tokoh.
3. Prolog → pengantar sebelum cerita dimulai.
4. Epilog → penutup atau kesimpulan drama.
5. Babak & Adegan → bagian atau pembagian cerita drama.
6. Tokoh utama & pembantu → pelaku penting dan pendukung cerita.
7. Instruksi panggung → petunjuk untuk pemain (misalnya: “masuk dari kiri”).
➣C. Puisi
1. Diksi → pemilihan kata dalam puisi.
2. Rima → persamaan bunyi di akhir baris.
3. Irama → naik-turun atau tempo pembacaan.
4. Majas → gaya bahasa kias.
5. Amanat → pesan yang disampaikan penyair.
6. Citraan (imagery) → gambaran indra (penglihatan, pendengaran, rasa, dll).
7. Tipografi → bentuk atau susunan tulisan puisi.
3. Jelaskan persamaan dan perbedaan pantun dengan syair!
=Perbedaan
Bait:
-pantun: 4 baris
-syair: 4 baris
Rima
-Pantun: a-b-a-b
-Syair: a-a-a-a
Isi
-Pantun: 1–2 sampiran, 3–4 isi
-Syair: Semua baris isi
Persamaan
=Sama-sama berirama & berisi pesan
4. Sebutkan majas-majas dalam bahasa Indonesia dengan pengertian dan contoh dalam kalimat!
Personifikasi: Benda seolah hidup
-contoh: Angin berbisik.
Metafora: Perbandingan langsung
-contoh: Dia bintang kelas.
Simile: Perbandingan pakai “seperti”
-contoh: Putih seperti salju.
Hiperbola: Melebih-lebihkan
-contoh: Tangisnya mengguncang bumi.
Litotes: Merendahkan diri
-contoh: Singgah di rumah sederhana kami.
Eufemisme: Menghaluskan makna
-contoh: Ia sudah berpulang.
Ironi: Sindiran halus
-contoh: Bersih sekali mejamu, penuh debu.
Metonimia: Ganti nama dengan merek Minum Aqua.
Komentar
Posting Komentar